Kecerdasan Sayidina Ali RA

Rasulullah SAW seringkali memuji sahabatnya atas hal yang berbeza-beza
Abu Bakar RA misalnya , dipuji beliau atas keimanan yang kuat mengakar di jiwanya.
Umar RA dipujinya ata kemampuannya menegakkan yang hak tanpa takut dicela.
Utsman RA dipujinya atas sifat  malunya yang bahkan membuat malaikat pun menjadi malu padanya , dan Ali bin Abi Tahalib di pujinya atas kecerdasan , ilmu dan pengetahuan yang menjadikannya gerbang ilmu jika diibaratkan Nabi Muhammad adalah kotanya.


Sahabat , akan saya ceritakan pada kalian sekelumit kisah , setitis dari lautan ilmu sahabat nabi kita ini 

--

Seorang wanita di zaman kekhalifahan Abu Bakar RA melahirkan seorang bayi padahal dia baru menikah 6 bulan sebelumnya . Dan hal tersebut menimbulkan fitnah dan pergunjingan di masyarakat . Mereka pun menuduhnya berzina , dan menuntut pemerintah untuk merejam perempuan tersebut . Maka sebuah sidang diadakan untuk memutuskan apakah anak tersebut adalah hasil zina sehingga perempuan tersebut harus dihukum rejam atau dia adalah anak yang sah . Ali RA yang merupakan hakim pada masa tersebut pun didatangkan untuk membuat sebuah keputusan 

"Bayi itu adalah anak yang sah ! Nasab dan waris diikutkan kepada ayahnya"

"Atas dasar apa keputusan itu kau buat wahai Ali ?" Tanya sang khalifah

"Atas dasar Al-Quran firman Allah SWT , cubalah baca Quran surah Al - Ahqaf ayat 15 Allah SWT berfirman  

(وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا)

(Hamil dan menyusui adalah 30 bulan)

--

Sementera dalam ayat yang lain Allah berfirman :

 (وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْ)

(dan wanita menyapih anak yang disusuinya setelah berusia 2 tahun)

Dua tahun adalah 24 bulan . Maka jika hamil dan menyusui adalah 30 bulan dan menyusui adalah 24 bulan , bukankah bererti kehamilan itu adalah 6 bulan ? Maka , hamil 6 bulan adalah mungkin dengan penyaksian Al-Quran .Dan khalifah pun memutuskan seperti yang telah disampaikan oleh Sayyidina Ali RA

--

KISAH LAIN TENTANG KECERDASAN BELIAU


Di masa kekhalifahan Sayyidina Umar RA , dua orang perempuan melahirkan bayi di waktu yang hampir bersamaan dirumah seorang bidan . Seseorang diantara mereka melahirkan bayi lelaki  dan seorang lagi melahirkan bayi perempuan . Namun sang bidan yang meletakkan kedua bayi itu berjejeran begitu sahaja tidak ingat betul siapa ibu bayi lelaki dan siapa ibu bayi perempuan . Dan masalah menjadi pelik tatkala kedua ibu tersebut mengakui dan memperebutkan bayi lelaki sebagai milik mereka.

Masalah tersebut sampai di meja hijau kekhalifahan Umar RA , dan beliaupun segera memanggil Sayyidina Ali RA untuk memberikan keputusan yang benar

"Harap masing masing dari kedua ibu tersebut  mengeluarkan air susunya dan di masukkan di gelas ini"

Kata beliau seraya menyerahkan 2 biji gelas kepada 2 orang tersebut. Setelah itu, diberi tanda agar tidak tertukar , beliaupun kemudian menimbang air susu tersebut dalam sebuah timbangan . Dan ternyata sesuai perkiraan beliau satu gelas susu itu lebih berat dari yang lainnya.

Beliau kemudian memutuskan bahwa pemilik susu yang berat adalah ibu dari bayi lelaki , sementara ibu dengan susu lebih ringan adalah ibu dari bayi perempuan . Tatkala ditanyakan dengan dalilnya . Beliaupun kemudian membacakan firman Allah SWT ,  An - Nisa ayat 11 : 

(لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ)

(bagi lelaki  adalah dua kali jatah perempuan)

--

Kisah yang terjadi di masa kekhalifan beliau sendiri di tengah perselisihan dan perpecahan umat yang mulai berlangsung . Dan siang itu disaat khutbah jumaat dengan beliau bertugas sebagai khatib , seorang munafik mengangkat tangan mengajukan tiga buah pertanyaan . Diawali dengan ucapan pedasnya : 

"Wahai khalifah, Nabi Muhammad mengatakan bahwa beliau adalah kota ilmu dan engkau adalah pintunya, maka jika engkau benar benar pintu dari kota ilmu , tentulah semua pertanyaanku dapat engkau jawab dengan benar"

"Silakan ajukan pertanyaanmu" kata Sayyidina Al RA

"Soalan pertama , berapa jarak antara timur dan barat bumi ini ?"

Tanpa diam lama , Sayyidina Ali menjawab "Selama perjalanan matahari dari pagi hingga petangnya"

Semua jemaah berdecak kagum atas ketepatan jawapannya , Ya bukankah matahari memang terbit di timur di waktu pagi dan tenggelem di barat saat senja hari ?

"Pertanyaan kedua , apa yang sedang Allah SWT kerajakan saat ini ?"

Sayyidina Ali RA tidak menjawab pertanyaan tersebut . Beliau malah turun dari mimbar kemudian naik kembali dan berkata

"Yang saat Allah lakukan saat ini adalah menurun saya dari mimbar , menaikkan saya kembali kemudian menjawab pertanyaanmu ini"

Dengan jawapan beliau yang tak terbantahkan itu , diapun menjadi terlihat kesal dan kemudian berkata 


"Pertanyaan terakhir , kenapa di zaman khalifah Abu Bakar dan Umar RA negeri ini aman dan damai , tidak ada perselisihan dan perpecahan , sementara di masa engkau memerintah ini negeri kita dipenuhi dengan huru hara, keributan dan perselisihan  antara sesama umat islam?"

Sayyidina Ali RA tersenyum mendapati pertanyaan yang bukan ilmu pengetahuan tapi perdebatan yang memojokkan beliau , Kemudian beliau berkata :

"Ya, tentu sahaja di zaman khalifah Abu Bakar dan Umar memerintah negeri kita damai , aman dan sejahtera sebab pemimpinnya adalah mereka dan rakyatnya adalah orang orang seperti saya . Sementara  di masa sekarang ini pemimpinnya adalah saya dan rakyatnya adalah orang orang sepertimu"

Orang tersebut terdiam ...


--
Wallahualam


Yaaa kesayangan sekalian setakat itu sahaja untuk hari ini , jika ada TYPO mohon tegur/komen di bawah yaa . 

Assalamualaikum WBT

-Halimah Alaydrus- 





Comments

Popular Posts