Kasihmu 'Ibu'
Ketika matahari melabuhkan tirainya , malam pun menjelma , cahaya bulan dan angin sepoi sepoi bahasa menyapa kulit halus si gadis manis yang asyik menelaah pelajaran tanpa gangguan , sungguh tenang wajah gadis polos ini , tetapi wajah yang tenang tidak dapat menggambarkan hati gadis ayu berkulit sawo matang ini , sungguh saat ini dia tidak tenang . Namun , cuba untuk tidak mengendahkannya , tapi apakan daya , dia juga manusia yang punya hati dan juga perasaan ,
Hati mana yang tidak sedih , apabila terkenangkan arwah ibunya , tanpa sedar manik manik jernih mengalir tanpa segan silu , sungguh dia merindukan ibunya , pelukan , belaian mesra seorang insan yang bernama ibu , Namun , apakan daya , takdir telah menentukan ..Allah lebih menyayangi ibu... 'Lin reda , ibu ...., damai lah ibu disana... , Lin , abang , adik dan ayah akan sentiasa doakan ibu , selamat hari ibu , ibu' Linda memeluk bingkai gambar ibunya , buku yang ditelaah tadi telah ditutup . Saat ini dia memerlukan ketenangan .
Esok , ya , tarikh yang sangat istemawa , Lin merenung kalender sambil mencium gambar ibunya airmata yang tidak menunjukkan tanda untuk berhenti terus diseka , dalam keadaan sedih Lin terkenangkan ibunya , 'Ibu , esok hari ibu , nanti Lin datang ya lawat ibu ' . Bagi Lin , bukan esok sahaja merupakan hari ibu , tapi , setiap hari ialah hari ibu , Lin terlena sambil mendakap kemas bingkai gambar dan kain batik milik ibunya . Air mata yang merembes tidak dihiraukan .
*Tidurlah Lin , semoga dikau tenang :')
_________________________________________________________________________________
Setahun sebelumnya...
Pagi yang mendamaikan walaupun keadaan yang sentiasa sibuk , sudah jadi kebiasaan bagi manusia yang tinggal di Kuala Lumpur , keadaan yang sungguh hiruk pikuk . Kelihatan si gadis ayu sedang asyik termenung di bawah sebatang pohon yang rendang , entah mengapa saat ini hati nya tidak setenang selalu , hari ini merupakan hari kelima dia berada dirumah , cuti seminggu yang dirasa amat singkat . Nur Linda Bt Ahmad berumur 14 tahun , bersekolah di sekitar Ipoh , mempunyai 2 orang abang dan seorang adik lelaki , tidak lupa juga ibu dan ayah yang sangat menyayangi mereka . Lin beruntung kerana mempunyai keluarga yang bahagia dan saling memahami , tetapi sejak akhir akhir ini , ibu sering kali jatuh sakit , Itu yang sering membimbangkan hati kecil gadis ini ,
Abang sulungnya . Fatah . Kini sedang melanjutkan pelajaran , dan jarang pulang kerumah kerana Peperiksaan akhirnya sudah dekat , angahnya pula sibuk untuk persediaan SPM , dan adiknya juga sibuk menelaah pelajaran bagi persediaan UPSR , Sedang asyik Lin membuat kerja sekolah , kosentrasinya terganggu apabila terdengar suara yang terbatuk batuk di dalam bilik ,
Ibu Linda , yang mesra dipanggil Mak Siah kelihatan pucat dan lesu diatas katil sambil mengurut dada yang terasa ketat , sehingga susah untuk bernafas ~
Pada malam itu juga , ibu Lin ditempatkan di Wad ICU , ibunya koma .....
Betapa resah hati seorang anak , tidak senang duduk dibuatnya . Jam sudah mengenjak ke 2 pagi .
Saat itu Lin terasa ada yang membelai wajahnya , terasa hangat peluh didahinya , Lin cuba untuk membuka mata , dalam keadaan yang samar Lin terlihat kelibat ibunya yang serba putih , ibu tersenyum , terus hilang perasaan gundahnya , ' ibu dah sedar ' getus hati Lin senyuman yang paling manis dihadiahkan kepada ibunya :) , Lin memeluk ibunya , Mak siah membalas pelukan anaknya , "Lin , jaga diri ya ... ibu akan pergi jauh , Lin jaga adik , along , angah dan ayah tau , ibu sayang kalian , Lin jangan hampakan ayah , Ibu sayang Lin ..." saat itu Lin terasa pelukan itu semakin lama semakin terlerai , " Ibu jangan tinggalkan Lin ibu , siapa yang nak jaga kami " Lin teresak , Ibu sudah hilang dari penglihatanya.......
Tiba-tiba , Lin terjaga dari tidurnya
'Astagfirullah ...Aku bermimpi rupanya ....' pada saat itu tiada siapa yang tahu betapa risaunya Lin . Lin merenung abang-abang nya yang turut terlena di ruang menunggu , ' Ibuuuuu~' rintih hati Lin ....
Tiba-tiba , Lin terjaga dari tidurnya
'Astagfirullah ...Aku bermimpi rupanya ....' pada saat itu tiada siapa yang tahu betapa risaunya Lin . Lin merenung abang-abang nya yang turut terlena di ruang menunggu , ' Ibuuuuu~' rintih hati Lin ....
Lin bingkas bangun dan mengambil Wudu' ... pada malam yang hening , Lin bersujud pada yang Esa , terasa tenang sedikit hatinya , Lin mencapai beg galasnya untuk mengambil senaskah Al-Quran , dia membaca dengan penuh khusyuq , ada ketika , airmatanya tidak dapat dibendung , apabila teringatkan mimpinya tadi Lin beristighfar dan mengucap panjang , Lin terasa matanya sangat berat untuk dibuka , lantas dia melipat telekung dan menyimpannya ke dalam beg galas ... dengan beralaskan lengan , Lin akhirnya terlena
Lena Lin terganggu apabila terdengar esakan , dia dapat melihat abangnya yang sedang menghampiri , Lin hairan 'kenapa abang menangis?' getus Lin
"Lin ... Lin .... sabar yaaaa ... ibu ... ibu .... ibu dah tiada dik , ibu dah pergi ....." luah Along sambil memeluk erat adiknya
"Tak...tak ... along main mainkan ..." Airmata yang ditahan akhirnya gugur , Lin menggoncang tubuh abangnya yang tampak lemah , "Cakap pada Lin along ... ibu tidur je kann ?... along saja je kannn ..~ " dia memukul dada bidang abang nya,...
Lin terasa kepalanya berpusing , matanya berpinar ...Akhirnya rebah dalam pelukan abangnya .......
Tersentak Fatah apabila melihat adiknya yang kaku .......
"Lin ,... Linn .... bangun sayang , ibu ni , bangun sayang ..."
"Ibu..? buuuu , jangan tinggalkan Lin .. ibu .. Lin tak bersediaa .. " lantas memeluk ibunya
"Lin anak yang tabahkan sayang , ibu tunggu Lin , ibu sayang Lin ......selamat tinggal ...." pelukan terlerai..
"Ibuuuuuu~!" Lin terjaga dari lenanya
Fatah tersentak apabila mendengar jeritan adiknya ...
"Along ibu mana? "
"Ibu sedang dimandikan dik "
"Ibu baik baik saja kan??" Lin teresak esak along memeluk Lin erat
"Ibu dah tiada Lin , Allah sayangkan ibu ...."
Lin terpaku ..
Tidak pernah Fatah melihat adiknya sesedih itu ... adiknya seorang yang lasak , degil dan susah untuk menangis ,, Fatah cuba memujuk adiknya
Lin kembali tenang , dia harus reda ... Allah sayangkan Ibu .. 'Ibu tunggu Lin yaa..'
Lin membantu memandikan jenazah ibunya penuh cermat , sesekali air matanya menitis ~
'ibu tahan sikit yaa .. Lin nak mandikan ibu , bagi ibu bersih ...' rintih hati Lin
Sesudah memandikan, jenazah Mak Siah dikafankan dengan penuh cermat dan berhati hati ... Lin menyeka air mata nya , lalu mendekati ibunya dan mencium lama wajah ibunya ' ibu maafkan Lin , halalkan makan minum Lin , Lin sayang ibu ... ibu tunggu Lin yaaa ? Lin takkan hampa kan ibu dan ayah .. '
giliran Fatah
' Ibu maafkan along ibu , along jarang pulang ke rumah , along tak tahu ibu sakit , ampunkan along yaa.. along sayang ibu ... ibu tenang di sana yaaa .. along janji akan jaga adik adik .. along janji buu .. '
Airmata Fatah terus mengalir laju , sebak dadanya . Kini dia reda
' ibu .. nanti siapa nak teman ayah ke majlis konvo along ? tak mengapalah ibu .. Allah sayangkan ibu .. '
Angah aril , ayah dan adiknya Rafiqi , mendekati mereka . ayah .... wajah itu kelihatan sugul ..
'Siah .. maafkan abang yaa . terima kasih kerana telah menjadi isteri yang baik .. abang sayang Siah .. tunggu abang ya sayang ..' gugur air mata lelaki Pak Ahmad
Tanah perkuburan islam yang tenang , angin yang lembut seolah menyambut kehadiran ibunya ke sini ..
Saat ibu dimasukkan ke dalam Liang lahad , adik menerpa lalu memeluk jasad ibu yang kaku , ayah cuba memujuk , akhirnya adik meleraikan pelukan , 'ibu ..... aaa..adik sayang ibuuu.. ' tubuh kecil itu jatuh menyembah bumi .. Orang kampung terkejut , lalu membawa adik pulang ke rumah .
Hari demi hari , minggu demi minggu , bulan berganti bulan ....
Aku mula pasrah , tetapi sikap abang sulungnya Fatah berubah .. selepas tamat pengajiannya along kerap tidak pulang ke rumah , perubahan drastik itu menimbulkan tanda tanya dihati kecil Lin , 'adakah along masih tidak boleh terima ... '
Sedang asyik Lin mengemas meja belajar abangnya , Lin terlihat sebua buku Log yang terselit diantara majalah majalah along , Lin mencapai lalu membawanya kebilik .
Lin membelek satu persatu helaian , tapi malangnya buku itu kosong , entah mengapa firasatnya kuat mengatakan buku itu ada jawapannya tentang perubahan sikap Fatah , abangnya .
Seperti yang dijangka , Terdapat coretan dibeberapa helaian kertas , Lin membaca dengan penuh minat
Lin menutup buku tersebut saat itu .. buku itu di peluk kejap . sungguh tidak disangka , wajah tenang along telah menyembunyikan 1001 duka , along menyimpan duka itu sendiri , tidak pernah diluahkan pada sesiapa .Pada hari ini , semuanya terbongkar , sejak ibu meninggal , Lin seolah olah tidak mengenali Fatah , perwatakannya sangat berbeza , termenung , itu lah hobi mereka ..
___________________________________________________
4 Pagi
Lin terjaga , Dia beristighfar , dia mengesat air matanya Lin tertidur dimeja belajarnya , Lin mengemas buku yang ditelaahnya , lantas Lin mengambil wudu' dan menunaikan solat sunat ..
Lena Lin terganggu apabila terdengar esakan , dia dapat melihat abangnya yang sedang menghampiri , Lin hairan 'kenapa abang menangis?' getus Lin
"Lin ... Lin .... sabar yaaaa ... ibu ... ibu .... ibu dah tiada dik , ibu dah pergi ....." luah Along sambil memeluk erat adiknya
"Tak...tak ... along main mainkan ..." Airmata yang ditahan akhirnya gugur , Lin menggoncang tubuh abangnya yang tampak lemah , "Cakap pada Lin along ... ibu tidur je kann ?... along saja je kannn ..~ " dia memukul dada bidang abang nya,...
Lin terasa kepalanya berpusing , matanya berpinar ...Akhirnya rebah dalam pelukan abangnya .......
Tersentak Fatah apabila melihat adiknya yang kaku .......
"Lin ,... Linn .... bangun sayang , ibu ni , bangun sayang ..."
"Ibu..? buuuu , jangan tinggalkan Lin .. ibu .. Lin tak bersediaa .. " lantas memeluk ibunya
"Lin anak yang tabahkan sayang , ibu tunggu Lin , ibu sayang Lin ......selamat tinggal ...." pelukan terlerai..
"Ibuuuuuu~!" Lin terjaga dari lenanya
Fatah tersentak apabila mendengar jeritan adiknya ...
"Along ibu mana? "
"Ibu sedang dimandikan dik "
"Ibu baik baik saja kan??" Lin teresak esak along memeluk Lin erat
"Ibu dah tiada Lin , Allah sayangkan ibu ...."
Lin terpaku ..
Tidak pernah Fatah melihat adiknya sesedih itu ... adiknya seorang yang lasak , degil dan susah untuk menangis ,, Fatah cuba memujuk adiknya
Lin kembali tenang , dia harus reda ... Allah sayangkan Ibu .. 'Ibu tunggu Lin yaa..'
Lin membantu memandikan jenazah ibunya penuh cermat , sesekali air matanya menitis ~
'ibu tahan sikit yaa .. Lin nak mandikan ibu , bagi ibu bersih ...' rintih hati Lin
Sesudah memandikan, jenazah Mak Siah dikafankan dengan penuh cermat dan berhati hati ... Lin menyeka air mata nya , lalu mendekati ibunya dan mencium lama wajah ibunya ' ibu maafkan Lin , halalkan makan minum Lin , Lin sayang ibu ... ibu tunggu Lin yaaa ? Lin takkan hampa kan ibu dan ayah .. '
giliran Fatah
' Ibu maafkan along ibu , along jarang pulang ke rumah , along tak tahu ibu sakit , ampunkan along yaa.. along sayang ibu ... ibu tenang di sana yaaa .. along janji akan jaga adik adik .. along janji buu .. '
Airmata Fatah terus mengalir laju , sebak dadanya . Kini dia reda
' ibu .. nanti siapa nak teman ayah ke majlis konvo along ? tak mengapalah ibu .. Allah sayangkan ibu .. '
Angah aril , ayah dan adiknya Rafiqi , mendekati mereka . ayah .... wajah itu kelihatan sugul ..
'Siah .. maafkan abang yaa . terima kasih kerana telah menjadi isteri yang baik .. abang sayang Siah .. tunggu abang ya sayang ..' gugur air mata lelaki Pak Ahmad
*Ya Allah yang Maha pengasih , engkau berikanlah mereka ketabahan hati , dan keteguhan iman , agar mereka dapat menempuh dugaan ini , tempatkanlah arwah dikalangan orang orang yang beriman . Amin ya rabb ~
Tanah perkuburan islam yang tenang , angin yang lembut seolah menyambut kehadiran ibunya ke sini ..
Saat ibu dimasukkan ke dalam Liang lahad , adik menerpa lalu memeluk jasad ibu yang kaku , ayah cuba memujuk , akhirnya adik meleraikan pelukan , 'ibu ..... aaa..adik sayang ibuuu.. ' tubuh kecil itu jatuh menyembah bumi .. Orang kampung terkejut , lalu membawa adik pulang ke rumah .
Hari demi hari , minggu demi minggu , bulan berganti bulan ....
Aku mula pasrah , tetapi sikap abang sulungnya Fatah berubah .. selepas tamat pengajiannya along kerap tidak pulang ke rumah , perubahan drastik itu menimbulkan tanda tanya dihati kecil Lin , 'adakah along masih tidak boleh terima ... '
Sedang asyik Lin mengemas meja belajar abangnya , Lin terlihat sebua buku Log yang terselit diantara majalah majalah along , Lin mencapai lalu membawanya kebilik .
Lin membelek satu persatu helaian , tapi malangnya buku itu kosong , entah mengapa firasatnya kuat mengatakan buku itu ada jawapannya tentang perubahan sikap Fatah , abangnya .
Seperti yang dijangka , Terdapat coretan dibeberapa helaian kertas , Lin membaca dengan penuh minat
Ibu pergi meninggalkan aku , ibu sudah tiada , rindu didada tiada siapa yang tahu , tiada siapa yang mengerti , aku bagai hilang arah , air mata menjadi peneman saatku beradu , gambarmu menjadi pembangkit semangat ku , terkadang ku lupa ibu sudah tiada ,
setiap pagi ibu akan menyediakan makanan , tetapi kenapa pagi ini , saat aku membuka langkah ke dapur , makanan itu tiada .... baru aku ingat 'ibu sudah tiada' harus ku tanam dalam hati dan ingatan ini bahawa ibu sudah tiada , tetapi walau aku tidak dapat melihat ibu dengan mata , aku masih dapat membayangkan ibu di hati aku , akan ku semat di dadaku , akan ku kenang segala jasamu , akan ku rindu belaian kasihmu , akan kukuh diingatan segala kata kata mutiara mu ..
masih segar diingatan saat ibu dikafankan , sungguh aku tak sanggup untuk melihatnya , tapi itulah hakikatnya , ibu sudah tiada , menangislah airmata darah sekali pun , ibu tetap pergi , jauh , ya sangat sangat jauh ..ke merenung wajah ibu yang pucat , saat aku mendekatkan wajah ku ke pipi ibu , aku dapat rasakan ibu sedang memerhatikan ibu ... tapi .... aku tak dapat melihatnya .. ibu... tunggu along yaa..bila di tanah perkuburan , aku membantu membawa jenazah ... ketika itu .. aku memeluk ibu ...dan akhirnya ibu selamat dikebumikan ... tinggallah aku seorang diri dihadapan kubur ibu ...
Masih kukuh diingatan , ibu berjanji untuk ke majlis 'Konvo' aku di Putrajaya , tapi tak kesampaian ..
cemburu bila melihat kawan kawan aku hadir ke majlis bersama ibu mereka , bila ditanya ' Mana mak kau ?' air jernih tidak bisa dibendung .... selama aku berada di kampus , aku tidak pernah berkongsi pada sesiapa . aku sedih ...
Aku jarang pulang ke rumah , kerana setiap kali aku di rumah , aku terbayang kenangan manis bersama ibu , gurauan ibu , tawa ibu . sungguh ku rindu .sayang ibu~ -Fatah-
Lin menutup buku tersebut saat itu .. buku itu di peluk kejap . sungguh tidak disangka , wajah tenang along telah menyembunyikan 1001 duka , along menyimpan duka itu sendiri , tidak pernah diluahkan pada sesiapa .Pada hari ini , semuanya terbongkar , sejak ibu meninggal , Lin seolah olah tidak mengenali Fatah , perwatakannya sangat berbeza , termenung , itu lah hobi mereka ..
___________________________________________________
4 Pagi
Lin terjaga , Dia beristighfar , dia mengesat air matanya Lin tertidur dimeja belajarnya , Lin mengemas buku yang ditelaahnya , lantas Lin mengambil wudu' dan menunaikan solat sunat ..
"bismillahhirahmanirrahim
Ya Allah yang maha pengasih , kau limpahkan kesabaran di hati kami sekeluarga , tempatkanlah ibuku di kalangan orang yang bertaqwa , Hari ini merupakan hari ibu , hanya doa yang dapat ku panjatkan kepadamu , terima kasih ya Allah kerana memberi peluang untuk aku melihat ibu , meskipun semetara tapi aku bersyukur , terima kasih ya Allah , bukakanlah pintu hati abangku , berikanlah ketenangan hati kepada along .. diri ini tak sanggup melihat wajah lesu along , bantulah aku ya Allah
Amin Ya rabb"
Pagi itu sebelum pulang ke Asrama , Lin menjenguk pusara ibunya ,
Lin bersimpuh diatas tikar , dia mencabut rumput yang tumbuh liar di pusara ibunya , lalu dibacakan surah Yassin ..
Usai membaca yassin , Lin menyiram air mawar di atas pusara ibunya , ' Assalamualaikum ibu .. Lin datang nihh , selamat hari ibu , ibu .. hari ni Lin balik asrama , Lin ada exam , Lin pergi dulu ya bu nanti ada masa Lin lawat ibu yaa . sayang ibu ... '
Lin pulang ke asrama dengan tenang setelah melawat pusara ibunya . Dalam hati Lin bersyukur kerana masih mempunyai ayah yang bertanggungjawab dan menyayangi mereka .
-Tamat-
Comments
Post a Comment